Suara Pembaharu ideas 2018

Garut, Suarapembaharu.com - Panen raya dihadiri Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Maman Suherman, Kadis Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, acara panen raya tersebut dihadiri juga Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Garut Sri Rahayu SP MP, Kasubdid Bulog Distrik Ciamis Sulais, UPT Pertanian Kecamatan Kadongorara Ude Sudirman SP, Danramil Kadungora, Kapolsek Kadungora dan poktan se-kabupaten Garut lainnya. Sabtu akhir pekan lalu.

Pesta panen raya di Blok Contoh Desa Mekarbakti Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut seluas 65 hektar akan dipanen selama seminggu.

 “Luas area yang dipanaen 65 hektar. Khusus di blok ini seluas 65 Ha dan yang akan dipanen mulai hari ini (Sabtu-red) hingga dua minggu ke depan,” kata Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Hendi Jatnika.

Hendi mengemukakan, rata-rata kabupaten berdasarkan angka ramalan tahun 2017, hasil panen Garut paling tinggi di Jawa Barat mencapai 6,4 ton per hektar. Selaian itu juga indeks pertanaman (IP) Garut mencapai 2,8. Artinya bisa ditanami 3 kali setiap tahunnya.

“Diharapkan tidak ada beras impor karena berdasarkan cacatan di Jawa Barat penghasilan beras masih tertinggi. Kalau ada impor beras jangan ke Jawa Barat, lebih baik ke Sumatera, Kalimantan dan ke daerah yang areal pertaniannya kurang produktif,” ujar Hendi.

Sekretaris Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Maman Suherman mengatakan, secara nasional panen padi sudah mulai dari bulan Januari sampai bulan Maret 2018. Luas panen hampir 5 juta hektar.

Maman mengungkapkan, di Jawa Barat kurang lebih 100 ribu hektar panen padi setiap hari. “Kalau misalnya 3 juta hektar sampai bulan Maret itu berarti kita punya stok 2,5 juta ton gabah setara 15 juta ton beras sehingga kita harus mengamankan harganya,” katanya.

 “Kalau kebutuhan kita 3 bulan itu dirata-ratakan Indonesia hanya butuh 2,5 ton juta beras. Hanya 7,5 ton beras berarti bisa yang setengahnya lagi menjadi stok pangan nasional. Melihat kondisi itu, sudah jelas tidak perlu ada beras impor. Bagaimanapun kita tetap pro petani,” tegas Maman.

Katanya, sekarang peran Dinas Pertanian Garut terbilang bagus bahkan memaksimalkan peran Bulog yang berani membeli langsung dari petani berupa gabah kering dengan harga tinggi .

Di Indonesia ada 15 sentra produksi padi, di antaranya di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Selatan, dan lainnya. Setiap hari melakukan panen padi.

“Maka melihat kondisi itu menjamin kesediaan, malahan petani sendiri tidak dijual semua (gabah-red). Artinya stok gabah itu tidak hanya di Bulog, pabrik, tetapi para petani nyimpeun gabah untuk keperluannya,” tegas Maman lagi.

 “Selama ini kita dari unsur pusat, provinsi, kabupaten, petugas lapangan dan juga TNI rutin mendampingi para petani dari mulai olah tanah pertanian, mengamankan OPT termasuk monitoring panennya yang berkerja sama dengan Bulog sebagai mitra.” Ujar Maman

Tujuannya kata Maman, agar pihak Bulog bisa menyerap langsung gabah dari petani untuk mengisi ketersediaan atau cadangan beras.
Maman mencontohkan 40 hektar dari 65 hektar di Blok Contoh Desa Mekarbakti tersebut hasil akhirnya 9,2 ton per hektar.

" gabah kering panen 7,7 ton gabah kering giling. Varietas padinya Sarinah," Pungkas Maman.

Editor: Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.