Suara Pembaharu ideas 2017

Bitung, Suarapembaharu.com - Di resmikan 21 Februari 2013, Pasar Pinasungkulan Sagerat kota Bitung sudah hampir berusia 5 tahun. Pembangunan pasar Pinasungkulan yang menelan anggaran sebesar Rp18 miliar dari empat kali pengalokasian dalam APBD Kota Bitung, yakni tahun 2010, 2011, 2012 dan 2013 sepertinya menjadi proyek yang sia sia.


Pasar yang seharusnya menjadi pusat perdagangan sekaligus berfungsi sebagai pasar induk kota Bitung itu tidak berjalan sesuai rencana awal. Pasar yang digagas oleh mantan Walikota Hanny Sondakh dilahan seluas 6 hektar yang dapat menampung 826 pedagang, kini bagaikan bangunan yang hidup segan mati tak mau.


Jumlah pedagang pun tak lebih dari 100 yang masih terus bertahan ditengah keterbatasan di pasar tersebut. Upaya pemkot Bitung pun sepertinya tidak pernah membuahkan hasil yang maksimal untuk bisa menghidupkan pasar tersebut seperti tujuan awalnya.

Padahal, jika dibandingkan dengan dua pasar yang ada saat ini. Yakni, pasar Winenet dan pasar Girian, pasar Pinasungkulan sebenarnya jauh lebih nyaman dan lebih layak sebagai sebuah pasar. Lapak yang tertata rapih, lahan parkir yang luas, fasilitas kios dan toko yang baik tak membuat pedagang kian hari kian bertambah, justru sebaliknya para pedagang semakin banyak yang pergi.

" setiap bulan ada saja yang pergi dan meninggalkan pasar ini. Penyebabnya karena minimnya orang yang datang berbelanja," jelas salah satu pedagang yang mengaku bernama Daeng (39), Sabtu (6-1-2018).

Reporter : Yaser Baginda
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.