Suara Pembaharu ideas 2018

Bitung, Suarapembaharu.com - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, Sulawesi Utara menawarkan begitu banyak kemudahan kepada investor yang bersedia menanamkan investasinya di kawasan yang terletak di tiga kelurahan dengan luas 534 hektar tersebut. Namun, sejak ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2014 belum satu pun investor yang secara resmi siap berinvestasi. Padahal, fasilitas seperti fiskal, penanaman modal, kepabeanan dan cukai serta perpajakan disiapkan untuk mendorong KEK Bitung menjadi pilihan pelaku usaha untuk berinvestasi.


Dengan pengurangan PPh sebesar 20-100 persen selama kurun waktu 10 hingga 25 tahun, KEK Bitung siap memanjakan para investor. Belum lagi PPN dan PPnBM yang di gratiskan, pembebasan bea masuk, penangguhan bea masuk, kemudahan perizinan keimigrasian, kemudahan perizinan pertanahan, ketenagakerjaan, fasilitas lalulintas barang, dan masih banyak lagi kemudahan yang ditawarkan di kawasan yang diperkirakan akan mampu menarik investasi 32 triliun rupiah hingga tahun 2025.

Namun, pertanyaan kemudian muncul, kenapa hingga memasuki tahun 2018, KEK Bitung belum juga diresmikan. Paahal, peresmian merupakan tanda bahwa kawasan itu sudah secara sah beroperasi sebagai sebuah kawasan perdagangan, industri, hunian dan jasa. Dari hasil perbincangan Suarapembaharu.com tengah pekan ini bersama Kepala Administrator KEK Bitung Handrie Tirayoh yang juga adalah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu kota Bitung terungkap, lambannya progres tentunya bukan kewenangan pihaknya selaku administrator. Akan tetapi kewenangan jalan atau tidaknya KEK Bitung sebagai sebuah kawasan bisnis yang terintegrasi ada di tangan Badan Pengelolah dalam hal ini PT.Membangun Sulut Hebat.

" Sebaiknya jika ingin tahu lebih banyak, silakan tanyakan ke pihak badan pengelolah. Karena mereka lah yang paling berkompeten memberikan penjelasan terkait perkembangan ataupun kemajuan secara keseluruhan dari kawasan ini," jelasnya.

Dari pantauan Suarapembaharu.com di kantor administrasi KEK Bitung, masih banyak ruangan didalam gedung yang terbilang mewah itu kosong dan belum terisi. Bahkan, bocoran yang didapatkan, investor pun masih belum ada yang secara resmi berinvestasi dilokasi itu. Kinerja badan pengelolah pun dipertanyakan banyak pihak, pemerintah kota Bitung melalui walikota dan wakil walikota setiap saat mempromosikan KEK Bitung tidak dibarengi dengan kinerja badan pengelolah yang merupakan "penguasa" KEK Bitung.

" Walikota dan wakil walikota setiap saat mempromosikan KEK Bitung kepada siapa saja yang datang berkunjung ke kota ini, maupun saat keduanya mengikuti iven di luar daerah. Tapi, justru badan pengelolah tidak memperlihatkan keseriusan dalam mempercepat proses KEK Bitung ketitik dimana semuanya tampak nyata bahwa kawasan tersebut sudah jalan," ujar sumber yang meminta namanya tidak di korankan itu, Minggu (7-1-2018).

Reporter : Yaser Baginda
Editor :  Arham Licin




Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.