Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, Suarapembaharu.com - Kita sangat menyesalkan dan mengecam pernyataan yang dikeluarkan Amirullah Hidayat atas nama Kordinator Komunitas Anak Muhammadiyah (KAM di beberapa media online. Yang mana dalam pernyataannya  menyerukan para petani untuk tidak memilih Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 adalah suatu pernyataan tendisius yang tidak mencerminkan sosok sebagai kader Muhammadiyah.

Defy Indiyanto Budiarto, Tokoh Muda Muhammadiyah

" Kita meminta Saudara Amirullah Hidayat untuk menjaga etika dan moral serta sopan santun dalam bersikap politik, karena tidak pernah di Muhammadiyah seorang kader diajarkan melakukan provokasi seperti itu, Muhammadiyah menjunjung tinggi Akhlakul karimah, yaitu akhlak yang baik atau terpuji, karena yang dilakukan saudara Amirullah Hidayat sudah lari dari ajaran budi  pekerti Muhammadiyah," jelas Defy Indiyanto Budiarto salah satu Tokoh muda Muhammadiyah di Jakarta hari ini, Kamis (25-1-2018).

Defy mengingatkan bahwa jangan karena tendisius dan kepentingan sesaat , kita melakukan fitnah dan provokasi kepada rakyat, padahal apapun yang dilakukan oleh Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo, semua kebijakan yang dilakukan itu untuk kepentingan rakyat Indonesia terutama masyarakat kecil seperti petani, nelayan serta yang lainnya.

" Apalagi kita melihat sosok pak Jokowi yang berasal dari keluarga sederhana dan sangat mengerti tentang kehidupan rakyat kecil, pasti tidak mungkin kebijakan yang diambil merugikan dan menghancurkan nasib rakyat, seperti kita ketahui, sejak pak Jokowi menjadi Presiden, hampir setiap hari waktu beliau di habiskan bersama rakyat, maka dengan melihat sikap kesederhanaan dan kerakyatan pak Jokowi itu lah, kami para kader Muhammadiyah sangat  mengagumi sosok Jokowi,  dan para pengagum beliau di Muhammadiyah dan di luar sangat banyak, " Ungkap Defy.

Kalau Mengenai impor beras yang akan dilakukan itu adalah suatu tindakan yang diambil untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia,bagaimana pun beras adalah kebutuhan utama rakyat, jadi harus murah harganya sehingga rakyat mampu membeli beras sekaligus itu juga sebagai cadangan beras  guna ketanhanan pangan nasional jadi tidak salah bila dilakukan impor beras.

" Dengan kita terus memperhatikan dan menjaga kwalitas dan hasil beras lokal hal ini demi meningkatkan kesejahteraan petani kebijakan ini tak ada merugikan petani," pungkas Defy.

Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.