Suara Pembaharu ideas 2018

Makassar, Suarapembaharu.com - Partai Vs Independen merupakan tema yang diangkat dalam pertemuan diskusi pendidikan politik di lantai 9 gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu (4-02-2018).


Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fraksi Muda Indonesia (FMI) sebagai wadah pendidikan politik bagi komunitas yang bergerak di bidang sosial dan politik. Kegiatan ini dihadiri oleh Komunitas penggiat sosial dan politik serta pengurus partai politik.

Salah satu politisi dari partai Gerindra yang juga adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yusran Sofyan, mengatakan apabila figur yang lahir dari parpol, maka dia akan melahirkan identitas parpol atau ideologi partai itu sendiri yang tentunya membawa kepentingan kelompoknya.

 "apabila figur yang lahir dari partai, maka akan melahirkan identitas partai atau ideologi partai tersebut yang membawa kelompok kepentingan," katanya.

Yusran juga menambahkan sistem perpolitikan hadir berlaku dinamis, apabila ada kebosanan akan di ubah berdasarkan kebutuhan.

" Independen dapat mereduksi sistem partai politik di Indonesia, walaupun independen legal secara hukum," pungkasnya dalam diskusi.

Sedangkan Kadir Halid politisi dari Partai Golkar juga menambahkan bahwa hal baru terjadi di Sulsel dimana Partai Politik bukan mengusung kader tapi mendukung calon independen. Halid juga menambahkan membangun bangsa itu wajib melalui partai politik.

" partai politik yang mendukung calon independen akan mengalami kerugian karena apabila mendukung independen parpol dilarang menampilkan simbol partai," jelasnya.

Reporter : Andreow Reza
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.