Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, Suarapembaharu.com - Aksi Pemberian Kartu Kuning oleh Ketua BEM Universitas Indonesia Zaadit Taqwa kepada Jokowi di acara Dies Natalis ke-68 UI adalah suatu bentuk kritik yang sehat dilakukan mahasiswa dan seharusnya Presiden memberi penghargaan kepada mahasiswa tersebut, karena selaku mahasiswa dia berani memberikan peringatan kepada presiden, sehingga presiden dapat melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan yang di pimpinnya selama ini.

Seharusnya pihak istana melalui Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi, untuk tidak emosional menyikapi kejadian tersebut, karena itu biasa terjadi dalam dunia demokrasi, apalagi memang tugas mahasiswa adalah sebagai sosial kontrol dalam jalannya pemerintahan, pihak istana jangan kalut menghadapi kritikan yang di berikan oleh siapapun. Hal ini dikatakan Amirullah Hidayat Mantan Relawan Jokowi.

Jika kita lihat reaksi istana terhadap kasus tersebut sudah tidak profesional lagi, bahkan terkesan pemerintahan Kali ini tidak bisa di kritik, apalagi setelah kita perhatikan dengan seksama, memang kita lihat jalannya pemerintahan Jokowi saat ini, sudah jauh lari dari janji janji yang di sampaikan saat kampanye pemilihan presiden 2014, yang mana janji janji tersebut terkenal dengan sebutan Nawacita, sebab dari sembilan program yang terdapat di dalam nawacita, satu pun tidak ada berjalan, bahkan saat ini Nawacita hanya di jadikan Jargan di acara seremonial pemerintahan

" Karena kondisi ini juga, kita para relawan Joko Widodo, yang terlibat dalam memenangi Pilpres 2014, merasa kecewa karena janji janji yang terdapat dalam Nawacita tidak terlaksana, bahkan tidak ada satupun program yang dijalankan pemerintah, sehingga dengan kondisi itu saya bersama kawakan kawan Relawan menyatakan keluar dan tidak mendukung lagi Jokowi hari ini , apalagi untuk periode kedua, kita akan berusaha sekuat tenaga menggagalkan keinginan melanjutkan periode kedua," Ujar Tokoh Muda Muhammadiyah ini, Sabtu (3-2-2018).

Kita yakin aksi yang dilakukan BEM UI ini murni karena panggilan moral melihat kondisi yang dialami rakyat hari ini, dimana kondisinya sangat prihatin, kehidupan rakyat sangat susah, untuk makan saja tidak mampu, terbukti busung lapar Asmat yang mengambil korban puluhan penduduk meninggal karena kelaparan.

" kita mengaspresiasi keberanian adik adik BEM UI yang mengingatkan Presiden secara langsung, apalagi kita lihat kondisi mahasiswa saat ini sudah sedikit yang berani menjadi sosial kontrol, dan seharusnya kejadian ini di syukuri oleh Presiden Jokowi, karena ada mahasiswa yang berani mengingatkan, jika perlu presiden memberi penghargaan kepada Ketua BEM UI itu. Bukan menyerang balik seperti yang dilakukan oleh Johan Budi, karena dengan kritikan tersebut Presiden dalam mengevaluasi dan menata Kembali Jalannya Pemerintahan," Tegas Amirullah Hidayat.

Reporter : MO3
Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.