Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta,Suarapembaharu.com - Peristiwa penangkapan Anggota KPU Garut dan Ketua Panwaslu Garut karena menerima gratifikasi/suap merupakan tamparan amat menyakitkan bagi KPU RI beserta seluruh jajaran yg selama ini telah bekerja keras menyelenggarakan tahapan tahapan Pemilu dan Pilkada dengan penuh integritas. Hal ini diungkapkan oleh Komisioner KPU RI Pramono U Tanthowi, Rabu (28-2-2018).

Menurutnya, peristiwa ini membuktikan bahwa (calon) peserta Pemilu dan Pilkada akan melakukan langkah apapun untuk memperjuangkan hak politiknya, termasuk menyuap Penyelenggara Pemilu (KPU-Bawaslu).

" Namun apapun upaya itu tidak akan mempan jika yang disuap punya integritas yang baik. Sebaliknya, upaya itu akan berhasil jika yang disuap ternyata memang punya integritas rendah. Apalagi jika penyelenggara pemilunya yang malah menawarkan bantuan dengan meminta sejumlah imbalan," tambah Mas Pram sapaan akrabnya.

Karena itu, katanya lagi, integritas bukan sekedar komitmen. Apalagi hanya tertulis dalam standing banner. Itu baik, tapi tidak cukup.

" Integritas itu soal penerapan, soal praktik dalam menjalankan seluruh tahapan tahapan Pemilu dan Pilkada. Bahkan lebih luas lagi, integritas itu terkait dengan perilaku kita sehari hari dalam menerapkan nilai nilai kejujuran, amanah, keteladanan, kesederhanaan, dsb," pungkasnya sambil tak lupa memberikan semangat kepada seluruh penyelenggara pemilu se Indonesia seperti dikutip akun media soial facebook miliknya.


Editor : Arham Licin

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.