Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, Suarapembaharu.com - Dalam rangka pendataan tokoh-tokoh kesenian daerah, Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Utara menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di aula kantor Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (14/3/2018) kemarin.



Tampil sebagai pembicara pada acara tersebut adalah tiga seniman Sangihe yang saat ini tengah bersiap siap akan mengikuti seleksi maestro kesenian, yaitu Dikson Dolase, Alffian Walukouw, dan Orgines Patras.

Masing masing dari mereka membahas mengenai kehidupan berkesenian meliputi perkembangan seni Masamper, Tari, Musik Bambu, serta sejarah kebudayaan Sangihe yang dinilai masih banyak yang harus diperkenalkan dan dilestarikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, melalui Kepala Bidang Kesenian, Y. Samalari, S.Pd menyambut baik akan kegiatan tersebut. Dia mengatakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sangihe sangat mengapresiasi kegiatan yang mengangkat citra seni dan budaya Sangihe.

"Atas nama Kepala Dinas, saya menyampaikan apresiasi setinggitingginya kepada BPNB SULUT karena bisa menyelenggarakan kegiatan hari ini. Focus Group Discussion ini merupakan langkah awal pendataan tokoh-tokoh seni di kabupaten kepulauan Sangihe, dan ini merupakan hal yang sangat luar biasa baik bagi perkembangan kesenian di daerah ini." ungkap Samalari.

Sementara itu, mewakili Tim dari Balai Pelestarian Nilai Budaya SULUT, Wenny Wuisan yang sekaligus pemandu jalannya diskusi tersebut, menjelaskan mengenai wilayah kerja Balai Pelestarian Nilai Budaya. 

"Kurang lebih 30 tahun lamanya instansi ini berdiri. Dan sudah berapa kali berganti ganti nama. Sekarang Balai Pelestarian Nilai Budaya merupakan UPT dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang wilayahnya meliputi provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Sulutenggo)." Kata Wuisan.

Selanjutnya, dia juga menjelaskan tokoh seni yang berasal dari Sangihe begitu banyak di Manado. Hal tersebut mendorong mereka untuk datang langsung melihat perkembangannya di Sangihe.

"Sebelumnya kami mendapat informasi bahwa ada banyak tokoh seni yang berasal dari Sangihe yang kini berdomisili di Manado, namun ternyata masih banyak juga yang ada di Sangihe. Sehingga hal ini membuat kami wajib untuk turun melakukan pendataan." Jelas Wuisan.

Wuisan juga berharap kiranya tiga tokoh seni dari Sangihe yang akan mengikuti seleksi maestro nanti, dapat mengikuti seleksi dengan baik, sambil berharap kedepannya akan ada lagi yang terusul mengikuti ajang tersebut. (Enal)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.