Suara Pembaharu ideas 2018

Sitaro, Suarapembaharu.com - Kabupaten Kepulauan SITARO terdiri dari tiga gugusan pulau yaitu Pulau Siau, Pulau Tagulandang, Pulau Biaro dan beberapa pulau kecil lainnya. Kabupaten SITARO memiliki luas wilayah 275,95 km2 dengan jumlah penduduk 73.216 jiwa. Kabupaten SITARO merupakan kabupaten yang relatif baru yang diresmikan pada tahun 2007.

Virany Mamoto Mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta 


Berdasarkan data jumlah penduduk tahun 2017 Kabupaten SITARO telah mengalami peningkatan yang sangat pesat. Hal ini menandakan perkembangan pembangunan dan daya tarik SITARO semakin meningkat.

Meningkatnya aktivitas pembangunan, ekonomi dan jumlah penduduk tentunya mempunyai konsekuensi meningkatnya kebutuhan air bersih yang harus disediakan oleh pemerintah. Ketersediaan dan akses air bersih sangat vital bagi kehidupan masyarakat disemua aspek baik kesehatan, lingkungan dan keberlanjutan pembangunan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari PDAM Kabupaten Sitaro bulan Februari tahun 2018, sumber air yang biasa digunakan oleh masyarakat meliputi air hujan, mata air, air PDAM dan air sumur. Dari keseluruhan jumlah penduduk di Kabupaten Sitaro sebesar 73.216 jiwa, baru sebesar 16.556 jiwa atau sekitar 22,6% masyarakat terlayani oleh PDAM, sementara sisanya menggunakan air sumur, mata air atau air hujan.

Tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak warga SITARO menampung dan menggunakan air hujan untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari. Hal tersebut tidak menjadi masalah pada saat musim penghujan, namun pada musim kemarau masyarakat mengalami krisis air bersih, sehingga masyarakat harus hemat dalam menggunakan air atau mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air PDAM.

Kondisi sumber air yang biasa digunakan oleh masyarakat Kabupaten SITARO masih belum dapat dikatakan baik kualitasnya, karena bak penampungan air hujan yang biasa digunakan bukanlah bak penampungan yang tertutup dan sangat jarang dibersihkan secara rutin.

Selain itu lingkungan di sekitar sumur maupun mata air kurang terawat kebersihannya. Belum adanya monitoring kualitas air yang dilakukan oleh pemerintah secara berkala, menyebabkan tidak diketahuinya kualitas air konsumsi masyarakat yang sesuai standar baku mutu air.

Dalam situasi krisis air bersih yang sering terjadi, masyarakat menjadi rentan terkena penyakit seperti diare. Rendahnya akses air bersih baik secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh pada sanitasi dan hygiene.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan pada tahun 2016 ditemukan 526 kasus diare dan pada tahun 2017 turun menjadi 429 kasus. Selain faktor air dan sanitasi, tingginya kasus diare juga disebabkan oleh faktor perilaku masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya air bersih, sanitasi lingkungan dan hygiene.

Mengambil momentum perayaan hari air sedunia setiap tanggal 22 Maret, yang pada tahun 2018 ini bertemakan Nature for Water, sungguh sangat relevan dengan situasi di SITARO bahwa perlunya meningkatkan kesadaran dan kepedulian tentang pentingnya ketersediaan dan akses air bersih bagi masyarakat.

Pemerintah dan masyarakat harus dapat bekerja sama bahu-membahu untuk meningkatkan ketersediaan air bersih dengan meningkatkan cakupan layanan air bersih PDAM, melakukan ekplorasi sumber air baku serta melakukan berbagai upaya untuk melindungi dan melakukan konservasi sumber air baku yang menjadi andalan SITARO.

"Keberlanjutan pembangunan, kesehatan masyarakat dan lingkungan sangat ditentukan oleh ketersediaan air, baik dalam aspek kuantitas maupun kualitasnya. Besar harapan melalui peringatan hari air ini, masyarakat kabupaten SITARO sehat, SITARO cinta air," harap mahasiswi berparas manis yang kerap di sapa tya ini. (Igel)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.