Suara Pembaharu ideas 2018

Tahuna, Suarapembaharu.com - Ditengah hiruk pikuk keramaian Ibukota Kabupaten Sangihe Kota Tahuna yang penuh dengan fasilitas infrastruktur, ternyata masih berbanding terbalik dengan sejumlah wilayah pesisir dan pedalaman di Kabupaten Sangihe.



Buktinya puluhan pelajar SMP dan SMA/SMK yang menetap di Kampung Aha Patung Kecamatan Tabukan Selatan Tengah harus bertaruh nyawa menuju maupun pulang sekolah dengan melewati jembatan bambu lapuk untuk menyeberang  Daerah Aliran Sungai (DAS) Taturiang Patung.

Jembatan yang panjangnya sekitar 20 meter tersebut menjadi sarapan pagi dan makan siang untuk puluhan pelajar menuju ke sekolah. 

"Jembatan ini mau tidak mau tetap akan dilewati oleh anak-anak sekolah sebab jembatan Taturiang Patung mampu memangkas jarak tempuh ke sekolah hingga 6 kilometer ketimbang mengikuti jalan lainnya," jelas Novri Budiman warga Kampung Aha Patung.

Sementara itu salah satu warga Kampung Tenda, Adri Liungboba menyebutkan bahwa jembatan Taturiang Patung tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. 

"Kalau bambu sudah lapuk dan mulai keropos maka masyarakat yang ada di Kampung Aha Patung dan Kampung Tenda bergotong royong untuk memperbaikinya," ujar Liungboba.

Liungboba menyebutkan sempat timbul harapan dari masyarakat di dua Kampung yang dihubungkan dengan jembatan bambu ketika ada salah satu anggota DPRD Provinsi Sulut datang melakukan reses di Kampung Tenda dan meninjau langsung keberadaan jembatan ini.

"Namun janji tinggalah janji, sebab sampai saat ini oknum anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara tersebut hanya membuat janji kosong semata tanpa ada realisasi sama sekali. Demikian juga harapan kami sampaikan ke anggota DPRD Sangihe khususnya Dapil II merekapun tidak bergeming," imbuh Liungboba yang menyatakan menyesali sikap mereka sang wakil rakyat tersebut.

Bupati Sangihe Jabes E Gaghana menerima keluhan masyarakat setempat ketika Me'daseng di Kecamatan Tabukan selatan tengah, usai membuka secara resmi program Me'daseng langsung bergerak meninjau langsung keberadaan jembatan Taturiang Patung tersebut. Bahkan orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Sangihe nyaris meneteskan air mata ketika membayangkan puluhan generasi daerah ini dengan seragam sekolah melewati jembatan bambu yang mulai lapuk mengejar prestasi dengan bertaruh nyawa. 

"Jujur baru sekarang saya mengetahui kalau ada jembatan  Taturiang Patung ini ternyata sudah ada sejak puluhan tahun dan menjadi saksi bisu perjuangan anak bangsa untuk menimba ilmu", ungkap Gaghana. (Enal)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.