Suara Pembaharu ideas 2018

PALU, Suarapembaharu.com - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu, Subeno SH, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Avrifel SH, MH, menjelaskan, di 2017 hingga triwulan pertama 2018, pihak Kejaksaan Negeri Palu telah memutus beberapa perkara di antaranya perkara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palu, dengan menyelamatkan uang negara sekitar Rp1,719 miliar.


“Pada 2017, salah satunya perkara KONI sudah diputus lima tahun. Kemudian kita eksekusi, ada 19 perkara dengan kerugian uang negara berkisar Rp800 juta,” jelas Avrifel, Sabtu (31-3-2018) di palu.

Sementara pada triwulan pertama Meret 2018, Kejari Palu telah memutus enam perkara. “Kita telah melakukan eksekusi enam perkara dan menyelamatkan uang negara sekitar Rp919 juta,” ujar Kasi Pidsus Kejari Palu ini.

Menurutnya lagi, perkara 2018 adalah, perkara tahun sebelumnya kemudian dilakukan penindakan dan baru dieksekusi tahun ini. Adapun jumlah kerugian negara Rp1,719 miliar merupakan akumulasi berbagai perkara 2017 hingga 2018.

Selain itu, lanjut Avrifel, Kejari Palu juga telah membentuk Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan Daerah (TP4D), yang digagas Kejaksaan Agung, dan sebagai jawaban atas kekhawatiran para pejabat pusat dan daerah akan penanganan proyek yang rawan dipidanakan.

“Nantinya, TP4P dan TP4D akan mendampingi pengawalan kepada setiap kepala daerah yang akan melaksanakan program pembangunan di setiap tingkatan, baik pusat maupun daerah tingkat satu dan tingkat dua. Kemudian bentuk dari pendampingan dan pengawasan itu antara lain berupa pendapat hukum (legal opinion),” katanya.

Sementara itu dikonfirmasi tempat terpisah Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Palu, Surianto SH, mengungkapkan, untuk penanganan kasus pada pidana umum  pihaknya pada pekan kemarin, telah melaksanakan pemusnahan sejumlah barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Palu, Rabu (14-2-2018).Dilanjutkan Surianto, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 125 perkara tindak pidana narkotika dan psikotropika, zat adiktif (Napza)dan dua perkara tindak pidana yang terkait dengan UU Kesehatan.

“Total barang bukti yang dimusnahkan yakni, sabu 8.332,24 gram, ganja 13,18 gram, ekstasi 193 butir, THD 432 butir dan kosmetik enam dus, serta obat-obatan sembilan butir,”terang Surianto.(RN/AL)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.