Suara Pembaharu ideas 2018

Makasar, Suarapembaharu.com - Ketua Lembaga perlindungan hak-hak sipil (LPHS) Makassar Djaya Jumain,  meminta  BPJS Kesehatan Makassar dan Balai Besar Kesehatan Paru untuk bertanggung jawab penuh karena tidak maksimalnya pelayanan kepada pasien penderita penyakit paru-paru Sunarti (49) asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.



"Keluarga pasien saat ini sudah mengaduhkan kasus tersebut ke Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan perwakilan Ombudsman," ucap Djaya kepada media ini. Rabu (07/03/2018).

Djaya juga mengungkapkan,  apa yang dilakukan oleh keluarga pasien sebagai efek jera agar kejadian tersebut tidak terjadi kepada pasien yang lain. Dan BPJS kesehatan lebih profesional lagi mengigat masyarakat pemegang kartu BPJS menunaikan kewajibannya dengan membayar tiap bulan sesuai dengan kelas yang di ambil.

"Kami minta Ketua dan Anggota Komisi E DPRD  Sulawesi Selatan dan perwakilan Ombudsman untuk panggil paksa BPJS dan Balai Paru untuk klarifikasi langsung kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya, diketahui keluarga pasien mangadukan masalah yang dialaminya karena merasa di rugikan. Dimana pasien pemegang BPJS kelas 2 ini ditempatkan di kelas 3, dan pasien juga diminta untuk membeli obat diluar dengan alasan obat tidak ditanggung BPJS. (Andreow Reza)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.