Suara Pembaharu ideas 2018

MAKASSAR, Suarapembaharu.com - Komando Resimen Mahasiswa (Menwa) Wolter Mongisidi Provinsi Sulawesi Selatan rencananya akan melaksanakan Rapat Komando Daerah (RAKOMDA) pada tanggal 3 April 2018 yang akan datang. Hal ini dipastikan setelah beberapa satuan menerima surat permohonan pengutusan calon Komandan Menwa pada tanggal 27 Maret 2018. Hanya dalam waktu kurang dari 1 minggu satuan terkesan dipaksakan untuk dapat menetukan pilihan mencalonkan salah satu Alumninya untuk ikut bertarung dalam konstestasi perebutan jabatan nomor wahid ini di pasukan baret ungu Sulawesi Selatan.

Beberapa suara-suara dari berbagai pihak bermunculan salah satunya datang dari Rahmat Sadli. Mantan Wakil komandan Menwa Sulsel saat dikonfirmasi Jumat malam (30-03-2018) menjelaskan bahwa ada yang aneh dalam Rakomda kali ini. Terkesan sangat dipaksakan dan disinyalir sengaja dilakukan sebagai alibi untuk memuluskan salah satu calon.

"ada beberapa hal prinsip yang bertentang dengan aturan main Menwa yang dilakukan oleh skomenwa sulsel yang memperlihatkan gerak gerik tidak mencirikan seorang yang berjiwa Menwa. Hal prinsip tersebut pertama, Rakomda kali ini aneh, menurutnya saat mengkomfirmasi ke satuan-satuan yang diterima hanya surat permohonan utusan calon Danmen, bahkan ada satuan yang belum menerima surat resminya sampai saat ini, Kedua, beberapa poin persyaratan dinilai sengaja dibuat untuk memuluskan pihak tertentu saja dan ini merupakan kemunduran buat Menwa. Dalam surat yang dikirim ke satuan-satuan beberapa aturan yang tercantum didalamnya tidak jelas kajian konstitusinya seperti aturan batasan umur yaitu 30-40th, pernah menjadi Dansat/Wadansat saja yang bisa mencalonkan. Ketiga, ada aturan harus mewajibkan setiap calon yang mendaftarkan diri membayar biaya pendaftaran Rp. 1.500.000, " jelasnya.

Menurutnya ini sudah jelas, aturan mainnya tidak ada, keadilannya pun tidak ada, jadi yang punya duit saja yang bisa maju, ini Menwa atau apa, kata Rahmat kepada awak media ini.

Rahmat juga menambahkan secara pribadi menurutnya sejak dari awal rencana pelaksanaan Rakomda ini dianggap cacat prosedural dan mesti ditinjau kembali demi kemajuan Menwa di Sulsel.

"bila memang ada itikad baik, sebaiknya ditinjau kembali, jangan gara-gara ambisi berlebih segala cara dilakukan, mari kita perlihatkan cara-cara yang baik kepada adik-adik kita, mari kita bangun Menwa dengan modal kebaikan, " tutup alumnus IKIP Ujung Pandang ini.(AR/AL)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.