Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, Suarapembaharu.com - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI)  Bidang Pengembangan Sumber Daya Alam (PSDA) menyoroti tentang  pelaksanaan pasal 33 ayat 2 UU 1945 yang berbunyi, 'bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat.' Namun faktanya pemerintah dianggap mengabaikan amanah UUD tersebut.



Ketua Bidang PSDA Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Pahmuddin  mengatakan banyak perusahaan pertambangan yang  memiliki IUP ataupun IUPK tidak menerapkan kaidah-kaidah Good Mining Practice, sehingga pemanfaatan SDA tidak maksimal.

"Keengganan perusahaan tidak menerapkan kaidah-kaidah Good Mining Practice didasarkan cost dan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar bagi pihak koorporasi. Hal ini jelas bertentangan dengan hakikat dari pengelolaan SDA itu sendiri,”ucapnya di Kantor Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, Jln.  Sultan Agung No. 25 Jakarta Selatan, Jumat(13/04/2018).

Selain itu ia juga membeberkan, Jumlah izin usaha pertambangan yang memiliki sertifikat CNC hanya 6.565 perusahaan dari total kurang lebih 10.000 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan.Tentu ini menjadi catatan penting bagi pengelolaan SDA, terutama bagi pemerintah sebagai regulator.

"Regulasi-regulasi yang dirilis oleh pemerintah nyatanya hingga hari ini tidaklah makasimal. Sebagai contoh, dalam pasal 68 UU N0. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara  bahwasannya luas izin pertambangan rakyat paling sedikit 1 hektar untuk perseorangan, 5 hektar untuk kelompok masyarakat, dan 10 hektar koperasi,” tutup Pahmudin. (Yb/**)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.