Suara Pembaharu ideas 2018

Bitung, Suarapembaharu.com - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Indonesia Bersih (KIBAR) menilai Walikota Bitung tidak proaktif dengan kasus PHK massal yang dilakukan oleh PT_ Delta Pasifik Indotuna terhadap 549 karyawan, Kamis (26/04/2018) kemarin.



Dalam aksi damai tersebut, Presiden Kibar, Adreas Lasut mengungkapkan, Walikota Bitung seakan-akan membiarkan nasib pekerja yang sudah di perkosa oleh PT_Delta.

"Jadi kami datang kemari untuk mempertanyakan langka-langka dari pemerintah terkait dengan kasus yang sudah lama tidak selesai di Delta," ungkapnya.

Selain itu, Presiden Kibar ini mencontohkan hal yang tak diberitakan seperti status Kota Adipura yang menurutnya tak sesuai dengan kenyataan atau kondisi Kota Bitung.

“Setiap hujan saja selalu banjir, sampah dimana-dimana, apakah itu layak disebut Kota Adipura dan kuat dugaan penghargaan ini hanya dibayar,” katanya.

Adapun sejumlah tuntutan LSM KIBAR yakni dibukanya kembali kasus Kuala Tembaga yang diduga menyeret sejumlah pejabat Pemkot, permasalahan limbah dari PT Delta dengan tuntutan terhadap pihak Polres Bitung dimana tersangka sudah ditentukan tapi masih belum di lakukan penahanan.

Juga permasalahan PHK Karyawan PT Delta Pasifik Indo Tuna dengan tuntutan terhadap Disnaker Kota Bitung karena diduga lakukan PHK tidak sesuai dengan peraturan dan Undang-undang yang ada serta kasus Kayu Roya. (Yb)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.