Suara Pembaharu ideas 2018

MANADO, Suarapembaharu.com - Ratusan warga asal Kelurahan Sumompo tepatnya di Kampung Jengki, memadati agenda reses yang digelar Wahid Ibrahim di kompleks Masjid Darussalam. Politisi PAN ini sengaja menggelar reses di wilayah tersebut, Kamis (28-4-2018).

Dalam reses yang digelar Wahid, ada 3 fokus utama aspirasi yang disampaikan warga kepada anggota Komisi D DPRD Kota Manado, komisi yang membidangi kesejahteraan ini.

Pertama adalah persoalan BPJS Kesehatan, dimana banyak masyarakat mulai mengeluhkan pembayaran per bulan dari asuransi kesehatan milik pemerintah tersebut. Warga mengaku, dengan sistem pembayaran sendiri, mereka yang berpendapatan pas-pasan akan sangat sulit membayar setiap bulannya.

“Apalagi itu dibayar per orang. Jadi kalau kami dalam sekeluarga ada 5 orang yang bayarnya 5 kali. Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah,” kata warga saat sesi tanya jawab.

Fokus aspirasi kedua terkait dengan penyaluran bantuan beras miskin atau lebih dikenal dengan istilah Raskin. Pasalnya, saat ini ada kebijakan pengurangan jatah penerima bantuan beras dengan harga yang miring tersebut.

“Pak kami minta agar ada keadilan, dimana yang harusnya dapat raskin itu adalah orang yang benar-benar berhak, bukan orang dekat dari kelurahan atau kepala lingkungan,” tutur warga.

Sementara, aspirasi ketiga adalah permintaan bantuan pemerintah untuk pembangunan Sekolah Alkhairaat yang merupakan sekolah alternatif di daerah manado bagian utara.

Menanggapi hal tersebut, Wahid yang dikenal cukup vokal di DPRD Kota Manado ini mengatakan jika semua aspirasi tersebut akan disampaikan dalam bentuk laporan pribadi dan laporan komisi D.

“Kebetulan saya di komisi bidang kesejahteraan dan semua aspirasi ini masuk dalam bidang saya. Dan untuk itu saya akan membawa aspirasi ini,” tutur Wahid.

Wahid melanjutkan terkait dengan BPJS, memang dirinya sempat mengemukakan kepada Pemerintah Kota Manado untuk bisa memberikan subsidi dari APBD untuk keluarga yang benar-benar tidak mampu, tapi tak tercover dari APBN.

“Karena terus terang saja, ternyata banyak warga yang tidak terdaftar padahal mereka benar-benar membutuhkan,” kata Wahid.

Sementara, terkait Raskin, Wahid berharap Dinas Sosial melakukan pendataan orang berhak dan benar-benar miskin untuk mendapatkan jatah raskin yang dikurangi sampai 50 persen tersebut.

“Sekali lagi aspirasi ini akan saya bawa ke lembaga dewan,” kata Wahid kembali. (Nanang/AL)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.