Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, Suarapembaharu.com - Dukungan terhadap peningkatan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe tak hanya pemerintah daerah setempat, tapi juga pemerintah pusat dan provinsi, serta semua sektor yang saling menunjang satu sama lainnya.



Guna melengkapinya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Seminar Outlook Pembangunan Ekonomi Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2018, yakni akselerasi pembangunan ekonomi daerah perbatasan sebagai kunci kesuksesab program strategis nasional membangun dari pinggiran, Kamis (17/5/2018), sekitar pukul 10.30 Wita, di pendopo rumah jabatan bupati setempat.

Kegiatan dimaksud diawali dengan pemaparan dari beberapa narasumber yang sudah hadir, diantaranya Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME,Drs Sumedu Andemulyo sebagai Direktur Daerah Teringgal Bappenas, Akademisi. 

Pula hadir para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan atau utusan dari lembaga-lembaga terkait dan para undangan. Pemaparan pertama yakni disampaikan Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana, yakni penerapannya dimasukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan melalui akselerasi dengan program pembangunan.

"Tema dengan prioritas bersama Bappenas, perikanan, pemerintah pusat, juga dari pariwisata, serta sektor pertanian. Ini adalah kita bersama, daerah Sangihe sebagai daerah perbatasan yang sejahtera dan mandiri. Telah menetapkan nawacita dan tim RPJMD, program-program sapta karya, visi dan misi daerah kita menjadi acuan terhadap program prioritas," kata Bupati. 

Pula ditambahkannya, untuk target RPJMD yakni 67,89 persen, dan menginginkan indeks pembanguan capaian yang terbaik. Demikian halnya pelayanan dasar yang maksimal, juga pendidikan menjadi perhatian, harapan masyarakat  yakni angka putus sekolah masih tinggi.

"Kita kerja keras. Tahun ini harus kawal, anak lulus SD SMP dan SMP, angka tingkat sekolah 7,7 tahun. Data base harus lengkap, agar mengantar mereka untuk sekolah, hingga ke perguruan tinggi," jelasnya. 

Bupati juga menambahkan, pada sektor kesehatan, turut menjadi perhatian kita bersama agar bisa memberikan sumbangsi bagi sumber daya manusia (SDM), yakni usia seribu hari pertama, ini harus dikawal. Masih ada angka-angka yang harus dikejar, serta berbagai terobosan yang dilakukan. Pula ada dana pusat, termasuk dana kapitasi.

"Sektor kesehatan, ditunjang pola makanan sayuran hijau. Kepekaan masyarakat juga diperhatikan," jelas dia. 
Lebih lanjut disampaikan, dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi termasuk mendorong pendapatan masyarakat. Untuk pertumbuhan ekonomi 6,76 persen merupakan target minimal, maksimal sama dengan provinsi Sulawesi Utara, Ada dana dari pembantuan lain, dimana 95 persen dana dari pemerintah. Sedangkan dana swasta diharapkan agar bisa bergerak dan terus didorong mudah-mudahan dua tahun ke depan bisa dicapai," ungkapnya. 

Bupati juga menjelaskan, untuk tingkat kemiskinan 12,27 persen turun menjadi 6,66 persen. Mendukung pelaksanaannya yakni menyertakan sektor prrikanan, pertanian dan pariwisata, agar dapat membuka lapangan kerja. Kalau sektor pertanian bergerak, contohnya menanam jagung, bisa menunjang pendapatan petani, tentunya turut menunjang pendapatan petani agar naik, termasuk daya beli naik, angka kemiskinan turun, PDRB juga akan naik.

"Pula ada sektor perikanan dan pariwisata secara maksimal kita tunjang bersama. Selanjutnya pengangguran 5,4 persen, diharapkan lima tahun ke depan bisa berkurang, dan harus terus dimaksimalkan. Bekerja dengan angka-angka harus kita capai bersama dan tiap tahun dievulasi," tandasnya.

Pula Bupati berharap agar potensi-potensi yant ada, secara maksimal dikelola bersama sektor terkait. 

"Melalui siklus-siklus yakni sebuah tatanan untuk kesejahteraan publik atau masyarakat, bagi kita semua, target kita sebuah tantangan yang kita capai bersama," tutup Bupati.

Sementara itu, Drs Sumedu Andemulyo selaku Direktur Daerah Tertinggal Bappenas, memaparkan tentang transformasi dan akselerasi pembangunan.

"Transformasi yakni perubahan sosial budaya ekonimi, sedangkan akselerasi atau percepatan. Melalui visi misi lima tahun ke depan, kita harus maju. Mewujudkan tentunya melalui RPJMD, ada program unggulan dan program yang ditunjang. Perkuat peran desa dan kecamatan yang jadi ujung tombak, sasaran yang dicapai. Termasuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan menurun. Perhitungan harus cermat, apa yg dicapai lima tahun ke depan dan juga ada rencana strategi (renstra). Nantinya tiap tahun kita evaluasi, dan tindaklanjut visi misi bupati juga d tingkat desa. Pula pelaksanaan agenda pemerintah yakni pembangunan sarana prasarana desa," kata dia. (Enal)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.