Suara Pembaharu ideas 2018

Sitaro, Suarapembaharu.com - Sejumlah petani Pala di Kabupaten Kepulauan Sitaro terus mengalirkan arus dukungan terhadap pasangan calon Golkar, Alfrets Ronald Takarendehang-Jutixel Rudolf Parera (ART Juara). Mereka optimis kandidat nomor urut 1 ini mampu mendongkrak harga komoditi andalan tersebut.



“Ingat harga Pala tentu ingat nomor 1, jangan ragu memilih Ronald dan Rudolf tanggal 27 Juni nanti,” ujar Nevi Bawole, petani Pala dari Luwaha Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur, Senin 21 Mei 2018.

Kata Nevi hanya ART Juara yang memiliki komitmen besar menaikkan harga Pala sesuai dengan kualitas. Buktinya Ronald dan Rudolf membuat kontrak politik dengan masyarakat, bila dalam 100 hari kerja pertama harga tidak terdongkrak maka akan mundur dari jabatan.

“Keberanian ART Juara membuat kontrak politik tentu bukan tanpa alasan, sebab pak Ronald itu pengusaha yang bergelut di bidang komoditi dan sudah sekian lama dia sangat memahami bagaimana dinamika Pala di Siau, pasti dia paham bagaimana menstimulus harga sesuai kualitas,” ujar Nevi.

Saoly Tampil, petani Pala di Kecamatan Siau Barat Selatan, juga sepakat dengan Nevi. Peluang mendorong perekonomian lewat stabilitasi harga Pala menurut dia, berpeluang besar terealisasi bila ART Juara menjadi pemimpin Sitaro 5 tahun ke depan.

“Kami nilai dari antara kandidat yang paling memahami komoditi hanya ART Juara, tidak heran mereka berani ambil resiko dengan menandatangani kontrak politik,” ujar Saoly.

Mendorong harga Pala ke level terbaik menjadi program utama Ronald Takarendehang dan Rudolf Parera, selain pembangunan SPBU dan normalisasi harga bahan bakar minyak. Khusus untuk Pala, menurut Ronald bila harganya naik tentu akan ber-multiplier effect pada sektor-sektor lainnya.

“Harga Pala bisa naik bila pemerintah melindungi kualitasnya, jadi ini tergantung pemerintah daerah,” ujar Ronald dalam berbagai kesempatan kampanye.

Dia sendiri akan mencoba melakukan proteksi bila diperkenankan Tuhan dan dipilih masyarakat menjadi pemimpin Kabupaten Sitaro periode 2018-2023. Definisi Pala Siau di pasar dunia lebih dulu diubah menjadi sebenar-benarnya yang diproduksi oleh petani dari Siau.

“Selama ini kualitas Pala Siau yang terbaik di dunia itu anjlok karena sering dicampur dengan Pala dari daerah lain, hasil produksi kita 200 ton per bulan tapi karena dicampur dengan Pala lain maka membengkak hingga 500 ton,” jelas Ronald.

Upaya proteksi lewat kendali mutu, sertifikasi serta labelisasi produk diyakini bisa mengatrol harga. Namun itu harus pula dibarengi dengan edukasi terhadap petani agar bisa mempertahankan kualitas Pala yang  dihasilkan.

“Harga Pala naik saya yakin masyarakat akan lebih sejahtera,” terang dia. (Igel)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.