Suara Pembaharu ideas 2018

Makassar, Suarapembaharu.com - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Makassar, Anastasia Rosalinda B, kembali mengingatkan peristiwa reformasi.



Menurut, Tasia, sudah 20 tahun berlalu peristiwa reformasi tetapi hingga saat tidak satupun dari komitmen penuntasan pelanggaran HAM khusunya yang dijanjikan Presiden pada kampanya.

"Janji Jokowi hanyalah pepesan kosong untuk meraih suara, meraih simpati publik demi mengalahkan lawan politiknya pada waktu itu," beber Tasya.

Keengganan Presiden dalam menyelesaikan persoalan HAM, kata Tasya, bukan saja karena tidak memiliki kehendak untuk melaksanakan hal itu, tetapi juga karena beliau disandera oleh kepentingan-kepentingan elit dan militer yang mengepung istana.

"Upaya untuk melakukan reformasi di bidang hukum nyaris tidak berjalan efektif. Hukum kita tumpul ke atas kepada penguasa, sementara tajam ke bawah menindas yang lemah," katanya.

Smentara itu Presidium Gerak kemasyarakatan, Timotius Versi menegaskan bahwa dalam rangka 20 tahun Reformasi ini, PMKRI mendesak pemerintah untuk tuntaskan Amanat Reformasi, mendesak Presiden RI menyelesaikan kasus pelanggaran HAM 98 (Penculikan Aktivis).

Kami minta tegakkan supermasi hukum agar hukum menjadi panglima penegak keadilan, dan mendesak presiden RI untuk mengevaluasi Kapolri dan kepala BIN atas peristiwa teror yang terjadi di Mako Brimob, Surabaya, Sidoarjo," pungkasnya ke awak media. (AR)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.