Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, Suarapembaharu.com - Setelah menyampaikan aspirasi di Kantor DPRD Sangihe, Kamis, (24/5/2018) kemarin, aksi massa masyarakat dari beberapa kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe melanjutkan aksinya ke titik aksi yang kedua yaitu di Kantor Kejaksaan Negeri Tahuna.



Mereka melaporkan beberapa nama anggota dewan yang disebut-sebut diduga melakukan tindak korupsi yang merugikan negara, antara lain Risal Paul Makagansa (Nasdem), Nungki Dewi Makagansa (Golkar) dan Ansye Taniowas (Nasdem).

Dalam orasi salah satu peserta aksi, Robinson Saul menyampaikan kasus yang melibatkan Dewi Makagansa terkesan terulur prosesnya.

"Kasus pengadaan laptop, printer, kamera digital yang diduga melibatkan Dewi Makagansa kemarin kami croscek kepihak kepolisian dan mereka mengatakan itu sudah ada dirana inspektorat. Namun ketika kami croscek ke inspektorat, jawaban pihak inspektorat kembali mengatakan itu sementara dipihak kepolisian. Lalu masalah ini sudah terdiam dua bulan. Tolong diperhatikan pak, jangan didiamkan. Tolong diproses terus," kata Saul.

Sementara peserta aksi juga menyerahkan data kepada Kajari mengenai kasus pengadaan kolam renang yang ada di Kolongan Beha, diduga melibatkan anggota dewan Ansye Taniowas, menurut Saul pembuatan kolam renang itu tidak ada dalam Renja.

"Pembuatan kolam renang tidak ada dalam renja , lalu kenapa bisa diadakan? Kenapa bisa ada? Terus yang kami dengar  tanah pembuatan kolam itu masih ada dalam Agunan Bank," ucap dia.

Ia juga menyampaikan terkait kasus pengadaan Soundsystem yang menurut dia menyebut nama Paul Makagansa.

"Kasus soundsystem, dalam fakta persidangan menyebutkan nama bapak Paul Makagansa kenapa tidak ada tindak lanjut dari kejaksaan. Sehingga terkesan paul makagansa bebas saja," tambah dia.

Sementara itu aspirasi aksi massa tersebut disambut hangat oleh Muhhamad Irwan Datuinding. Datuinding, mengungkapkan pihak kejaksaan dan kepolisian tidak akan tumpang tindih dalam memberantas korupsi di Sangihe. Mereka berkomitmen akan segera menyelesaiakan setiap laporan yang masuk berdasarian aturan-aturan hukum yang berlaku.

"Seperti disebutkan tadi terkait saudara Paul Makagansa , dalam fakta pesidangan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka itu minimal ada dua alat bukti. Namun demikian kami tidak akan tumpang tindih dalam melakukan pemberantasan korupsi di Kabupaten Kepulauan sangihe dan kami akan buktikan masalah ini," Kata dia

Sementara itu mengenai masalah kolam renang, Datuinding mengatakan dia sebelumnya sudah mendengar isu tersebut. Ia mengatakan data laporan resmi itupun baru diterima hari ini oleh masyarakat peserta aksi.

'Terkait dengan masalah kolam renang, saya selama ini sudah mendengar masalah itu. Tapi saya tidak pernah mendengar laporan secara resmi. Kalau Saudara-saudara punya data lapor kepada kami. Dan ini baru kami terima laporan itu. Kemudian terkait masalah Laptop dan lain sebagainya yang disebut tadi, laporan mengenai masalah ini telah dilaporkan kepada Polres sangihe juga kejaksaan, dan sementara ini telah dilakukan penyelidikan. Saya meminta kepada saudara-saudara sekalian untuk sabar, karena untuk mengungkap kasus korupsi tidak semuda membalikan telapak tangan. Percayakanlah dan yakinlah kami pihak kejaksaan dan kepolisian berkomitmen akan mengungkap kasus korupsi, tidak peduli siapapun dia," Tegas Datuinding.

Setelah mendengar penyampaian Kajari, Massa peserta aksi membubarkan dirinya dengan tertib dan meninggalian harapan bahwa masalah dugaan korupsi tersebut dapat secepatnya bisa diselesaikan. (Enal)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.