Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, suarapembaharu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia (RI) menggelar Sosialisasi Pemetaan Partisipatif Kebencanaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Selasa (14/8/2018), kemarin, di ruang serbaguna kantor Bupati Kepulauan Sangihe.



Mengawali kegiatan dimaksud Bambang Suryaputra selaku Kasubid Peringatan Dini Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI, menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa boleh berkumpul di sini, untuk boleh melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemetaan Partisipatif Kebencanaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe,  dan boleh mengunjungi pulau terluar. 

"Hari ini bersama-sama dalam suatu acara Pemetaan Partisipatif Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan kegiatan penting untuk memetakan wilayah rawan bencana sehingga tepat sasaran dalam penanganan bencana. Kabupaten Kepulauan Sangihe juga merupakan kabupaten yang memili resiko bencana yang tinggi, yakni ada banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya. Tentunya akan membuat kita selalu waspada, dan ini suatu ujian, karena daerah kita rawan bencana," jelasnya.

Dia juga menyampaikan, pemetaan suatu tindakan upaya kesiapsigaan, dimana daerah kita resiko tinggi terhadap bencana. Bila sudah tahu, maka perlu koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat. Mengingat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang punya pertumbuhan ekonomi yang signifikan, karenanya terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, maka tak bisa dipungkiri juga wilayah ada resiko bencana. 

"Perlu ada pemetaan, resiko bencana, ada warga dimana lokasi yang perlu diwaspadai. Ada pemetaan bersama, pemetaan partisipatif bersama stakeholder, pemerintah dan masyarakat. Lagipula apa ada rawan tsunami, longsor, topan. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, juga hadir para ahli peta, bisa memandu letak atau peta terhadap lokasi bencana," tandasnya. 

Lebih lanjut disampaikan, melalui pemetaan ini, guna memberi tanda dari foto satelit yang kita ambil dari instansi terkait, dan bisa mengetahui letak mana rumah-rumah penduduk yang rawan bencana. Bahkan bisa memilih dan menandai objek-objek mana yang rawan bencana di wilayah, dan dalam pelaksanaannya ada pendampingan secara bergantian. 

"Kami bisa membentuk satuan-satuan kecil guna mengetahui lokasi rawan bencana. Pula turut berkoordinasi dengan instansi terkait yakni memperkiraan jumlah penduduk yang mungkin bisa terkena dampak bencana. Pula bisa dilanjutkan penempatan rambu-rambu evakuasi. Tentunya diharapkan bermanfaat bagi kelurahan dan desa, dan semakin banyak input data akan semakin baik, dan proses pemetaannya sudah sesuai kaidah pemetaan," tutupnya. 

Sementara itu, Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe Drs Dirgahayu Mandiangan menyampaikan 
puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga boleh bertemu dalam melaksanakan kegiatan ini. 

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia yang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pemetaan Partisipatif Kebencanaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kegiatan ini merupakan wujud perhatian pemerintah pusat, yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu yang mendapat kesempatan awal dalam sosialisasi kegiatan ini, dari 136 Kabupaten/kota yang masuk skala prioritas RPJMN tahun 2018," kata dia. 

Pula dijelaskan, setiap pihak yang terkait dengan pemetaan tematik ini harus bersungguh-sungguh dan jujur untuk mendapatkan hasil pemetaan yang akurat sehingga dalam menangani korban bencana, tindakan yang diambil lebih tepat sasaran. Acara penting bersama stakeholder untuk membuat pemetaan merupakan pemetaan wilayah, guna meningkatkan partisipatif masyarakat terhadap bencana. 
"Perhatian serius oleh pemerintah pusat untuk menangani penanggulangam bencana turut didukung data yabf baik dan spasial akan sangat  membantu penanganan bencana secara efektif dan efisien.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi penanganan bencana bersama stakeholder. Yakni dengan analisa dan akurat akan membantu penanggulangan bencana," pungkasnya.

(ReynaldiTulong)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.