Suara Pembaharu ideas 2018

Jakarta, suarapembaharu.com - Deklarasi Peluncuran Said Aqil Siroj (SAS) Institute berlangsung hikmat dan penuh kejutan, Sejumlah Tokoh agama, menteri hingga petinggi parpol pun terlihat hadir dan Deklarasi Peluncuran Said Aqil Siroj (SAS) Institute.



Deklarasi yang digelar di Hotel Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 19.30 WIB di loby hotel sudah dipenuhi para undangan.
Sebuah wadah yang diinisiasi oleh ketua PBNU ini merupakan lembaga nirlaba dan civil society yang dikembangkan sebagai wadah pengembangan Islam Nusantara.

Berdasarkan keterangan profil organisasi ini, SAS adalah sebuah organisasi nirlaba yang lahir akibat kegelisahan publik terhadap intimidasi kekerasan yang mengatasnamakan agama.

SAS Institute menjadi simbol perjuangan kaum muda yang tidak ingin Indonesia menjadi terpecah belah.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara peresmian tersebut. Di antaranya, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Cak Imin, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, Sekjen partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Yang mengejutkan pada Deklarasi Said Aqil Siroj Institute ini adalah Seorang Putra Daerah Sulawesi Utara Hendrik Kawilarang Luntungan Dinobatkan sebagai Bendahara SAS Institute.

Setelah Dinobatkan sebagai Bendahara SAS Institute HKL ingin tidak ada lagi intimidasi dan kekerasan yang mengatasnamakan salah satu agama yang ada di Indonesia , tambahnya

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga diberi keistimewaan memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Hasto mengatakan, kelahiran SAS Institute akan memperkuat Indonesia.

"Akan memperkuat ke-Indonesiaan kita, Islam Nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia raya. Selamat, kami mendukung sepenuhnya, SAS Institute jadi rumah bersama kita untuk Indonesia Raya," kata Hasto

SAS Institute diharapkan menjadi wadah pengembangan wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, berkembangnya budaya dialog, keadilan dan pemberdayaan masyarakat dalam bingkai Islam Nusantara. SAS Institute lahir dari inisiatif anak muda yang beragam latar belakang, lintas agama, kelompok, suku dan ras bahkan lintas partai politik.

(YaserBaginda)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.