Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, suarapembaharu.com - Belum sebulan dilantik sebagai Kapitalaung Bawongkulu Kecamatan Tabukan Utara (Tabut), Mario M Dalope dengan arogan seenaknya melakukan pemecatan terhadap 7 perangkat kampung tanpa melalui prosedur.


Padahal dalam setiap kegiatan atau tatap muka dengan masyarakat, Bupati telah menegaskan tidak ada kapitalaung melakukan pergantian perangkat kampung tanpa berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan Daerah.

“Kami kira Kapitalaung terpilih ini menjadi pengayom bagi masyarakatnya, tapi ternyata tidak. Dia (Kapitalaung, red) menyalahgunakan kewengangannya, dimana kami perangkat kampung
diberhentikan tanpa mengikuti mekanisme dan aturan yang ada dan ini berbeda dengan apa yang dikatakan Bupati selama ini dimana tidak ada pergantian perangkat kampung,” ungkap ketujuh perangkat kampung kepada harian ini.

Dengan diberhentikannya ketujuh perangkat kampung ini justru semakin menambah masalah terkait pengelolaan Dana Desa (Dandes). Pasalnya, secara terang-terangan Kaur Pembangunan sekaligus Bendahara Kampung, Jeheskiel Sirih angkat bicara soal dugaan penyelewengan yang dilakukan Kapitalaung Bowongkulu.

“Sejak pelantikan tanggal 13 September 2018 lalu, sudah Nampak terlihat dugaan penyimpangan Dandes. Dimana kapitalaung berkali- kali meminta dana tanpa melalui prosedur, dan ketika diminta pertanggung jawabannya seakan tidak mau tau dan saya pun bingung membuat pertanggung jawabannya,” ujar bendahara Kampung Bowongkulu.

Disinggung soal jumlah anggaran yang sudah diminta namun tidak ada pertanggung jawabannya, Sirih menyatakan kurang lebih mencapai Rp 80-jutaan.

“Pernah Kapitalauang meminta uang di sebuah kantin berjumlah Rp.26.000.000,- juta dimana dalam dokumen APBK untuk pembayaran pasir urug/sirtu tetapi sampai sekarang hanya beberapa kubik, juga meminta uang sebesar Rp 44.900.000 dalam APBK untuk pembayaran papan mal dan totara akan tetapi sampai sekarang hanya beberapa kubik saja.
Selanjutnya kapitalaung juga meminta uang secara berturut- turut yakni Rp 8.000.000,- dan Rp 4.000.000  katanya untuk pembayaran konsumsi PKK pameran di Tahuna, namun ketika diminta untuk menandatangani kwitansi dia tidak mau tandatangan,” bebernya sembari menegaskan masalah ini telah di sampaikan ke pihak Inspektorat dan mereka akan membawa
masalah ini sampai ke aparat penegak hukum.

Terpisah Kapitalauang Bowongkulu, Mario Dalope membantah semua tuduhan itu. Dijelaskannya, pemberhentian perangkat kampung atas permintaan mereka.

“Jadi itu atas permintaan para perangkat kampung itu sendiri, apalagi pak Bupati telah mengatakan memperbolehkan mengangkat pelaksana tugas kampung oleh Kapitalaung. Begitu juga untuk Dandes yang dituduhkan itu semua ada pertanggung jawabannya,” tepisnya.

Ditanya soal uang 12 juta untuk pembayaran konsumsi PKK di pameran di Tahuna, Dalope mengatakan senin esok akan diganti dana tersebut.

“Kalau uang Rp 12 juta memang itu saya pinjam, tapi esok pasti sudah saya ganti,” pungkasnya.

(ReynaldyTulong)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.