Suara Pembaharu ideas 2018

Bolmut, suarapembaharu.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), beberapa hari terakhir dihebohkan dengan adanya penangkapan tiga mobil mini bus tangki rakitan milik penimbun BBM, Minggu (16/9/2018).


Kejadian tersebut mengundang reaksi masyarakat Bolmut dengan ketidak percayaanya mereka pada pihak SPBU.

Oleh Manager SPBU Boroko Fauzi Alamri langsung merespon dengan baik dan meluruskan Menurut dia, soal penangkapan pihak kepolisian terhadap mobil tangki rakitan dilokasi SPBU, tidak ada kaitanya dengan pihak manajemen dan karyawan SPBU Boroko.

“Kasus itu tidak ada sangkut pautnya apalagi ada kerja sama dengan kami. Penjualan BBM di SPBU Boroko selalu mengikuti aturan dan standar penjualan pertamina, contohnya untuk mobil jenis mini bus maksimalnya kami beri 50 liter premium, jika permintaan lebih dari itu tidak akan kami layani,” ujar Fauzi sabtu (15/9/2018) kepada beberapa Wartawan.

Manajemen SPBU Boroko, jelas Fauzi, sejak awal telah menekankan kepada seluruh karyawan agar jangan coba-coba bermain nakal melayani pelanggan yang meminta BBM lebih dari kapasitas tangki mobil.

Setiap rapat, kata Fauzi, saya selalu sampai-sampai untuk karyawan jangan ada yang main-main, apa lagi sampai minta uang kepada konsumen.

"Saya tidak akan segan-segan untuk berikan sangsi pemecatan jika ada nanti temukan," katanya.

Fauzi juga menjelaskan, beberapa hari sebelum terjadi penangkapan mobil penimbun BBM, dirinya sempat didatangi oleh orang tak dikenalnya kemudian menawarkan permintaan ratusan liter BBM jenis premium, namun ditolak oleh pihaknya kalau lebih dari itu.

“Orang yang ditangkap oleh polisi itu tidak saya kenal, tapi kok muncul tudingan kami ada kerja sama, ini tidak masuk akal. Jujur, kami keberatan dengan Kapolsek yang membawa galon BBM sitaan dari luar kemudian difoto bersama karyawan saya di dalam SPBU, sebab seakan-akan ada penimbunan di SPBU, pada kenyataannya mobil yang ditangkap oleh polisi itu hanya kebetulan sedang mengikuti antrian di SPBU,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika pihaknya menyesalkan tudingan bahwa pihak SPBU melakukan up harga premium sebesar Rp. 200 sebagai bentuk vee ketika menjual kepada penimbun, ini sudah gila dan sangat tidak masuk akal. Harga BBM yang telah ditetukan oleh pemerintah tidak bisa dirubah apalagi ditambah-tambah.

“Kami punya bukti laporan penjualan yang akurat sesuai aturan, jadi kami minta masyarakat tidak perlu resah terkait adanya tudingan – tudingan miring, pelayanan SPBU tetap jalan normal seperti biasa karena kasus penimbunan BBM yang ditangani oleh polisi tidak ada kaitanya dengan SPBU Boroko,” tutupnya.

(FadliBuyung)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.