Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, suarapembaharu.com - Tak bisa dipungkiri rendahnya kualitas panen menjadi salah satu pemicu turunnya harga pala yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Kepulaaun Sangihe. 


Selaku instansi teknis, Dinas Pertanian terus berupaya
menjawab kebutuhan petani untuk menaikkan harga pala, termasuk melakukan terobosan ke pengusaha Surabaya lewat progam Tol Laut. 

Dan upaya lainnya yang juga tengah dilakukan, tak lain dengan berpaya meningkatkan kualitas panen pala agar produk pala asal Sangihe dapat bersaing dengan produk pala dari daerah lainnya.

Karena itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ir Mathilda Lumeling MSi mengajak petani setempat mematuhi siklus panen
pala minimal Sembilan bulan untuk kualitas pala A sekaligus menghindari panen yang belum waktunya yang hanya menghasilkan pala kualitas B dan C.

”Mutu pala sangat penting dalam menggenjot harga dipasaran umum, dan sejauh ini pala kita dari daerah masih belum memenuhi target kualitas guna mendapatkan harga yang tinggi,” kata Lumeling, Rabu (05/09/2018).

Lumeling pun tak menepis adanya desakkan kebutuhan petani serta gangguan hama juga menjadi salah satu penyebab mengapa petani di daerah terpaksa memanen sebelum waktunya, sehingga mau tak mau cukup banyak pala kualitas rendah harus terjual dengan konsekwensi harga yang lebih rendah.

”Karena itu sangat diharapkan petani kita tetap memprioritaskan masa panen yang benar selama sembilan bulan sejak berbunga hingga berbuah,
agar harga pala kita tetap diakui kualitasnya dan harganya juga tinggi,” ujar Lumeling.

(ReynaldiTulong)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.