Suara Pembaharu ideas 2018

Sangihe, suarapembaharu.com - Hasil panen buah tomat dari masyarakat petani asal Kelurahan Kolongan Beha Baru Kecamatan Tahuna Barat, yang dijual di Pasar Towo'e Tahuna ternyata tidak dinikmati sepenuhnya.


Pasalnya, komoditi pertanian yang menjadi andalan petani kolongan ini, diduga dipermainkan mafia pasar. 

Hal ini terungkap saat pelaksanaan dengar pendapat pada kegiatan me'daseng di Kecamatan Tahuna Barat pekan lalu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana bersama masyarakat petani.

Perwakilan masyarakat petani Kolongan Beha Baru A Makisake meminta dinas teknis, agar sistim pasar harus di sweeping. Dimana orang-yang berjualan harus benar-benar punya identitas pengusaha dan punya modal. 
Hal ini dikarenakan adanya pengusaha yang mengambil tomat dari penjual kolongan yang hanya bermodalkan ludah. 

"Ada pedagang di Pasar Towo'e yang mengambil tomat 100 kilogram (kg) dari penjual Kolongan Beha Baru namun uangnya tidak langsung diberikan tetapi harus menunggu sampai tomat tersebut laku. Alhasil ada ibu-ibu yang menunggu hingga sore, sampai pedagang tersebut memiliki uang. Ini kan sangat menyedihkan, makanya harus ditindak, jangan pengusaha tidak punya modal beraktivitas di pasar," kata Makisake, Selasa (25/09/2018).

Dia juga menjelaskan sebenarnya penjual tomat dari Kolongan Beha Baru ini bisa menjual sendiri hasil penen di Pasar Towo'e meski dengan beralaskan karung. Tetapi mereka tidak punya lokasi berjualan. Nah dengan begini beberapa pedagang memanfaatkan hal ini, dimana para penjual bisa mendapatkan lokasi berjualan asalkan sebagian hasil panen tersebut dijual kepada pengusaha tersebut, jika tidak maka penjual Kolongan Beha Baru diancam tidak akan mendapat tempat berjualan.

"Ini kan sudah mafia pasar namanya. Makanya, dinas teknis berkewajiban mencari tahu berapa omzet pengusaha tersebut, jangan hanya Rp 50 ribu terus dibiarkan berjualan. Sebaiknya ditolak karena hanya membuat sesak pasar," tandasnya.

Jadi lanjut Makisake, masyarakat penjual tomat asal Kolongan Beha Baru meminta pemerintah kabupaten agar menyiapkan tempat bagi mereka untuk berjualan.

"Kami minta dua hari besar yakni Selasa dan Sabtu untuk berjualan hasil panen tomat di Pasar Towo'e. Kalau bisa satu area khusus Kolongan Beha Baru," pintanya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana menegaskan, kasus ini sangat serius dan setelah diselidiki ternyata bukan hanya terjadi pada penjual tomat tetapi juga terjadi pada penjual ikan. 

"Yang punya tempat kan pemerintah bukan pengusaha tersebut. Sehingga ini tidak boleh dibiarkan. Saya minta kadis perindag, agar petugas pasar harus kawal hal ini tidak boleh manusia-manusia seperti ini ada di Pasar Towo'e. Saya juga orang yang tidak setuju ada mafia-mafia yang ada di pasar. Masa kita yang lelah terus orang lain yang menikmati hasilnya, jika dia langsung bayar tidak apa-apa tetapi ini masyarakat harus menunggu sampai tomat laku ini sudah tidak beres," tuturnya sambil menambahkan, akan diupayakan ada tempat bagi masyarakat penjual tomat asal Kolongan Beha Baru.

(ReynaldiTulong)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.