Suara Pembaharu ideas 2018

Ilustrasi.
Bolmut,Suarapembaharu.com – Kasus dugaan perdagangan manusia (Trafficking) yang di lakukan oleh mucikari asal Desa Batulintik Kecamatan Bintauna, bernama Fidia Alamri, sudah banyak memakan korban, diantaranya dua siswi SMP 1 Bolangitan Timur asal Desa Bohabak.

Pelaku pelecehan seksual berinisal OK, warga Desa Batulintik, Kecamatan Bintauna. korbannya di pertemukan oleh seorang mucikari pada akhirnya terbongkar ketika orang tua korban mengetahui dari anaknya, sehingga pelaku pun langsung di laporkan oleh keluarga korban ke Polres Bolmong.

Dalam mengawal kasus dugaan Trafiking yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow utara (Bolmut), pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos) langsung mengambil langkah untuk pendampingan kasus ini.

Kepala Bidang Rehabilitasi Anak (Resos) Bustaman Pontoh melalui ibu Widiastuti menegaskan akan mengawal kasus ini sampai pelaku dijatuhi hukuman yang berlaku.

"Kami siap mendampingi korban sampai pada proses hukum untuk mendapatkan keadilan sesuai dengan tuntutan undang-undang perlidangan anak,” tegas Widi sapaan akrabnya.

Senada dengan Widi, BKKBN melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Reny Hamidjun mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban baik secara psikoligi maupun proses hukum.

"Tentunya kami akan melakukan pemdampingan terhadap korban dalam hal ini terkait dengan kejiwaan hingga pada proses hukum baik dari penyidikan sampai pada proses di pengadilan. Sebab ini sudah bisa di katakan sebagai kasus pelecehan seksual dan perdaganan manusia sehingga pelaku dapat di tuntut dengan UU no 35 tahun 2014,” ujar Reny.

Menurut orang tua korban pun sudah melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian.

"Kami pihak orang tua sudah melaporkan ke Polres Bolmong pada Sabtu (3/11) lalu," kata Orang tua korban yang tidak mau disebutkan namanya.

Dari keterangan saksi, bahwa dirinya sempat di ajak untuk berhubungan namun dirinya tidak bersedia untuk memenuhi keinginan hasrat pelaku.

"pada saat kami berada di jalan menuju hotel om omi menawari saya untuk di gauli dengan memberikan hadia uang 1 Juta Rupiah namun saya menolaknya," tandasnya yang tidak ingin di sebut namanya. (FadlyBuyung)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.