Suara Pembaharu ideas 2018

Suarapembaharu.com - Jelang Hari Besar Keagamaan Nasionak (HKBN), Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang
kebutuhan pokok (bapok). Untuk itu, Kemendag bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi-instansi terkait untuk memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi saat memimpin Rapat
Koordinasi Daerah (Rakorda) "Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Natal
2018 dan Tahun Baru 2019" di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (14/12/2018).

Sutriono juga menyampaikan pemerintah siap menyambut datangnya Natal dan Tahun Baru, serta menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok
di seluruh wilayah di Indonesia.

"Untuk itu, masyarakat tidak perlu kekhawatiran dengan ketersediaan bapok," ujarnya.

Ia menjelaskan, ada empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. Pertama, melalui penerapan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), Harga Eceran Tertinggi (HET) beras (Permendag 57/2017), dan harga acuan di konsumen (Permendag 96/2018). Kedua, melalui penatalaksanaan.

Salah satunya dengan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha. Selain itu melalui fasilitasi pelaku usaha dan penugasan Bulog. Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh daerah pantauan utama. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Terakhir, melalui upaya penetrasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog Divre setempat, dan pelaku usaha distribusi barang di daerah pantauan. Hal ini untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia dalam jumlah cukup hingga menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan dan memastikan seluruh Permendag dapat
diimplementasikan oleh para pemangku kepentingan," jelasnya.

Pantauan Suarapembaharu.com, Rakorda ini dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Kepala perwakilan Bank Indonesia Sulut, Kepala Bulog Divre Sulut dan Gorontalo, perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, perwakilan Dinas
Perhubungan Sulut, perwakilan BPS Sulut, perwakilan Dinas Pangan Sulut, Satgas Pangan Sulut, dan instansi terkait
lainnya.

Selain itu, Rakorda ini dihadiri pula perwakilan dinas yang membidangi perdagangan di kota/kabupaten
provinsi Sulawesi Utara, serta pelaku usaha distrbutor bapok dan ritel modern.(tsir)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.