Suara Pembaharu ideas 2018

Makam Asy-Syarif Al-Habib Mustafa Al-Idrus Sultan Sabamban.
Suarapembaharu.com - Asy-Syarif Al-Habib Mustafa Al-Idrus beliau adalah anak pertama Sultan Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus dari istri kedua putri kesultanan Bone Sulawesi Selatan.

Pada saat menjelang De Banjarmasinche Krijg (Perang Banjar) yang di mulai tahun 1859 M, Sultan Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus wafat, lalu jabatan sebagai Raja Sabamban kedua yang seharusnya dijabat oleh Asy-Syarif Alhabib Mustafa Al-Idrus selaku putra Sultan Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus yang pertama lahir di Negeri Banjar itu, akan tetapi karena beliau tidak berkenan dan tidak menginginkan kedudukan itu, maka jabatan Raja Sabamban II diserahkan kepada keponakan beliau yaitu Asy-Syarif Alhabib Gasim bin Asy-Syarif Alhabib Hasan bin Sultan Asy-Syarif AlHabib Ali Al-Idrus.

Asy-Syarif Alhabib Mustafa bin Sultan Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus lebih memilih syiar agama islam ketimbang memangku jabatan sebagai Raja Sabamban II.

Asy-Syarif Alhabib Mustafa Al-Idrus mengembangkan syiar islam ke daerah-daerah di Kalimantan Selatan hingga akhir hayatnya.

Asy-Syarif Alhabib Mustafa Al-Idrus dimakamkan depan Masjid Tambarangan di daerah Tatakan, Kabupaten Tapin yang dikenal dengan makam "Turbah Tua" atau "Surgi Syarif Mustafa" yang sampai saat ini masih terjaga dan sementara dilakukan pemugaran oleh pihak keluarga serta warga setempat.

Di sebelah makam Asy-Syarif Alhabib Mustafa bin Sultan Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus ini juga terdapat makam istri kedua beliau. Dan sampai sekarang, makam beliau menjadi salah satu tempat yang sering di ziarahi oleh masyarakat, karena menurut cerita beliau adalah salah satu keturunan Sultan sekaligus Ulama dan Waliyullah yang memiliki banyak karomah.

Adapun beberapa karomah beliau antara lain :
1. Ketika beliau berbicara dengan Abahnya Sultan Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus, suaranya masih ada di tempat, akan tetapi beliau berdua sudah tidak terlihat lagi karena sudah jauh menghilang.
2. Apabila beliau berada di suatu tempat, dan ada orang belanda yang menunggang kuda atau menaiki kereta kuda, maka seketika juga kuda itu akan berhenti berjalan dan menurunkan ekornya menutupi bagian belakangnya.
3. Apabila beliau berwudhu, sewaktu-waktu beliau menceburkan diri ke sungai, ketika beliau naik ke daratan, hanya bagian wudhu (tubuh) yang basah.
4. Ketika ditembak, peluru hanya menempel di jubah beliau dan ketika dikibaskan peluru itu berjatuhan di tanah, sebagian lagi mengenai pepohonan.
5. Bila ada burung yang terbang di atas makam beliau akan terjatuh seketika.
6. Di waktu malam hari, makam beliau seperti ada cahaya yang terang.
7. Masyarakat sekitar kadang-kadang melihat dua ekor macan yang menjaga makam beliau.

Itulah beberapa karomah beliau yang sering diceritakan oleh masyarakat setempat dan para keluarga keturunan beliau.

Asy-Syarif Al-Habib Mustafa bin Sultan Asy-Syarif Al-Habib Ali Al-Idrus meninggalkan beberapa putra dan putri dari tiga orang istri beliau, yaitu ;

Dari putri Bugis di Batulicin, melahirkan :
1. Asy-Syarif Al-Habib Muhammad Al-Idrus
2. Syarifah Syaikha Al-Idrus

Dari istri kedua di Tatakan yang bernama Alama binti Amidin, keturunan Datu Labas (makamnya di Lok Paikat, Tapin), melahirkan :
3. Asy-Syarif Al-Habib Umar Al-Idrus (Makamnya di belakang Masjid Tambarangan)
4. Syarifah Alaiyah Al-Idrus
5. Syarifah Qomariah Al-Idrus
6. Syarifah Masturah Al-Idrus
7. Asy-Syarif Al-Habib Hasyim Al-Idrus (Makamnya di belakang Masjid Tambarangan).

Dari istri ketiga, Syarifah Mujenah binti Al-Habib Ali Asseggaf (Kandangan) :
8. Asy-Syarif Al-Habib Alwi Al-Idrus, tidak memiliki keturunan.

Anaknya Asy-Syarif Al-Habib Mustafa bin Sultan Asy-Syarif Al-Habib Ali Al-Idrus yang bernama Asy-Syarif Al-Habib Hasyim bin Asy-Syarif Al-Habib Mustafa Al-Idrus yang bermukim di daerah Tatakan, Rantau Kabupaten Tapin, memiliki tiga istri dan mempunyai keturunan antara lain :

1. Asy-Syarif Al-Habib Hasan Badri Al-Idrus (Domisili Jogja atau Bulungan).
2. Asy-Syarif Al-Habib Ahmad Al-Idrus (makamnya di Halong, Paringin).
3. Asy-Syarif Al-Habib Abu Bakar Al-Idrus (makamnya di depan makam Asy-Syarif Al-Habib Mustafa Al-Idrus).
4. Asy-Syarif Al-Habib Abdul Hamid Al-Idrus (Domisili Rantau)
5. Syarifah Aminah (Domisili Rantau)
6. Syarifah Zubaidah (Domisili dekat komplek makam Asy-Syarif Al-Habib Mustafa Al-Idrus).
7. Syarifah Aisyah (Domisili dekat komplek makam Asy-Syarif Al-Habib Mustafa Al-Idrus).
8. Syarifah Nurhayati/Ibu Ifah Nur (Domisili didepan Polsek Tambarangan).
Asy-Syarif Alhabib Muhamad Effendi Bin Hasan Badri Bin Hasyim Bin Mustafa Bin Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus Sultan Sabamban.
Lembaga pencatatan nasab keturunan Nabi Muhammad SAW Indonesia, Maktab Daimi Rabithah Alawiyah pada Sabtu 8 September hingga Rabu 12 September 2018 lalu sudah melakukan penelusuran ke makam Habib Mustafa Bin Syarif Ali Al-Idrus Sultan Sabamban dan keturununannya di daerah Tambarangan-Rantau yang dipimpin langsung Ketua Maktab Daimi Rabithah Alawiyah Pusat, Sayyid Ahmad Muhammad Alattas yang didampingi Sekertaris Maktab Daimi Rabithah Alawiyah, Sayyid Muhammad Baqir Alhaddad.

Selain melakukan penelusuran, Maktab Daimi Rabithah Alawiyah juga melakukan investigasi serta mewawancarai kepada beberapa saksi, salah satunya ahli nasab Dzurriyath Nabi Muhammad SAW wilayah Kalimantan Selatan yakni Sayyid Ahmad Bin Ali Bin Hasan Bin Tohir yang merupakan anak cucu dari Asy-Syarif Ali Al-Idrus Sultan Sabamban.

Hasil penelusuran yang dipimpin langsung Ketua Maktab Daimi Rabithah Alawiyah ini tidak terbantahkan lagi dengan adanya bukti dari salah satu anak cucu Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus Sultan Sabamban yakni Asy-Syarif Alhabib Muhamad Effendi Bin Hasan Badri Bin Hasyim Bin Mustafa Bin Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus Sultan Sabamban.
Surat keabsahan nasab Asy-Syarif Alhabib Muhamad Effendi Bin Hasan Badri Bin Hasyim Bin Mustafa Bin Asy-Syarif Alhabib Ali Al-Idrus Sultan Sabamban, yang dikeluarkan Maktab Daimi Rabithah Alawiyah.
Selain itu juga diperkuat dengan catatan register atau buku induk silsilah alawiyin pada 7 Juli 1997 silam atas nama Asy-Syarif Alhabib Muhamad Effendi Al-Idrus yang juga merupakan pimpinan Majelis Muhyin Nufuus yang berpusat di Kota Jogyakarta.
(tsir)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.