Suara Pembaharu ideas 2018



Talaud, suarapembaharu.com - Dugaan maraknya kendaraan roda empat dan roda dua tanpa memiliki surat alias 'Bodong' yang bebas berkeliaran di kabupaten kepulauan Talaud, akhirnya menjadi perbincangan masyarakat saat ini.

Dari investigasi suarapembaharu, dengan di bantu beberapa teman se profesi, Kami mencoba melakukan pendalaman dan berhasil mengorek beberapa keterangan dari para pemilik kendaraan roda dua dan roda empat yang kuat dugaan tak memiliki surat-surat yang lengkap namun terus beroprasi di kota Melonguane.

Beberapa pemilik kendaraan tersebut, saat di temui untuk di wawancarai memilih buang badan meminta untuk identitas mereka di rahasiakan guna kepentingan privasi. "Kami dapat mobil tersebut dari luar," katanya, dengan suara datar tanpa mengatakan dari luar mana.

Hanya modal akses media sosial, para pembeli kendaraan bisa langsung memiliki harga miring dari pasaran lain. "Mulai dari 25 juta untuk kendaraan roda empat  pengeluaran Tahun 2017 ke bawah sampai dengan harga 50 juta untuk kendaraan paling terbaru," jelasnya.

"Tentu dengan harga yang begitu murah, para pembeli lebih tertarik meskipun tanpa memiliki surat- surat kendaraan yang lengkap," ujarnya.

Kemudian untuk proses pendistribusian, dia mengaku, dari Ibu kota provinsi menuju ke ibu kota Kabupaten. mereka mengikuti jalur laut dengan mengunakan Kapal Ferry dari pelabuhan Bitung menuju pelabuhan Melonguane.

Saat di singgung tingkat kesulitan mereka di saat mengemudikan kendaraan tanpa memiliki surat yang lengkap, dengan enteng mereka mengatakan, semua bisa di atur dan tanpa masalah apa-apa.

"Petugas ada jatah, Bahkan ada salah satu petugas memiliki kendaraan bodong," bebernya yang tak mau disebut nama petugas.

Menyikapi Hal tersebut, HRB Bawonseet (LSM) Porodisa saat di temui Suarapembaharu.com Sabtu (02/2/2019) mengatakan, perlu ada tindakan tegas dari aparat yang terkait dalam menyikapi permasalahan tersebut. "Apalagi menyangkut permasalahan Hukum agar tidak mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat kepada aparat sebagai pengayom masyarakat," kata Bawonseet.

"Tugas dari Aparat penegak hukum adalah untuk sebagai pengayom masyarakat serta harus menunjukan hal yang positif ke masyarakat, bukan sebaliknya," ujar Bawonseet. 

Bawonseet juga menghimbau kepada pihak Polres Talaud untuk lebih meningkatkan kembali Oprasi Lantas di talaud.

"Serta tidak membeda-bedakan dalam memberikan sangsi tilang antara, Anggota dengan Warga Sipil agar supaya tidak ada kecemburuan sosial di masyarakat," pungkasnya.

(Ive)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.