Suara Pembaharu ideas 2018

Bawaslu Sulut, Mustari Humagi dan Wartawan Senior, Wilson Wonte

Bitung, suarapembaharu.com - Soal peberitaan sebelumnya, terkait dengan Bawaslu Bitung tidak profesional dalam proses kasus dugaan tidak netralnya oknum ASN Pemkot Bitung, ditanggapi oleh Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Sulawesi Utara, Mustarin Humagi.

Baca : http://www.suarapembaharu.com/2019/02/proses-kasus-asn-bawaslu-bitung-dinilai.html

Menurut Mustarin, terkait informasi dugaan pelanggaran pemilu Bawaslu agak dilematis. Disatu sisi merupakan kewajiban setiap warga negara Indonesia untuk mengawal dan mengsukseskan pemilu ini, disisi lain, warga negara enggan menjadi pelapor terhadap dugaan pelanggaran dihadapan saksi.

"Dalam penanganan pelanggaran memang syarat formil dan materilnya harus dipenuhi dalam proses. dan kadang itu menjadi kedala karena kesulitan saksi," ucap Mustarin, Selasa (12/02/2019).

Mustarin juga menambahkan, Bawaslu dalam hal ini lembaga yang diberikan kewenangan penanganan dugaan pelanggaran pemilu tak bisa berjalan sendiri untuk melakukan pengawasan.

"Karena sukses pemilu adalah tanggungjawab kita bersama sebagai warga negara yang menginginkan perubahan besar dalam pemilu tahun 2019, agar supaya pemilu ini bermartabat dan berintegritas bisa terwujud," jelasnya.

Sementara itu, Wartawan senior Kota Bitung, Wilson Wonte mengigatkan kepada Bawaslu agar lebih jelih melihat persolaan dugaan pelanggaran. Informasi dan laporan itu sangat berbeda, pemberi informasi bukanlah pelapor. Jika ada wartawan buat itu sebagai sifatnya informasi Bawaslu jangan serta merta jadikan wartawan sebagai pelapor.

"Perlu dingat bahwa wartawan itu merupakan pilar ke empat demokrasi, sebagai control dan fungsi edukatif berita atau informasi kepada publik tidak bisa dijadikan sebagai pelapor sepanjang itu tidak melanggar kode etik jurnalis," kata Wonte.

Jika setiap informasi dan laporan wartawan dijadikan sebagai pelapor, tambah Wonte, maka kantor polisi, kejaksaan, pengadilan dan penjara penuh dengan wartawan.

"Wartawan sebagai pemberi informasi dilindung UU Pers. Berbeda dengan masyarakat biasa yang memberikan informasi tidak ada uu yang melindunginya," pungkasnya.

(YaserBaginda)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.