Suara Pembaharu ideas 2018

Ketua Mathal'ul Anwar Sulut, Awaluddin Pangkey.


Manado, suarapembaharu.com - Ketua umum Mathla'ul Anwar menyesalkan tragedi yang terjadi di daerah tambang desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara pada beberapa waktu lalu. 

Menurutnya tragedi tersebut seharusnya tidak terjadi karena pemerintah khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur telah sejak lama mengeluarkan aturan terkait pertambangan didaerah itu.

"Seharusnya hal tersebut tidak terjadi karena pemerintah dalam hal ini Pemerintah provinsi telah lama mengeluarkan pembatasan izin tambang di daerah tersebut Saya harap hal ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang karena selain menyebabkan kerugian jiwa juga bisa merusak lingkungan yang efeknya akan dirasakan oleh generasi kita yang akan datang," jelas Ketua Umum MA Sulut Awaluddin Pangkey.

Ditambahkan Awaludin Pangkey bahwa hasil yang diperoleh di daerah tambang tersebut tidak sesuai dengan kerugian jiwa dan kerusakan alam yang terjadi akibat penambangan liar tersebut. Dirinya pun mendesak agar semua pihak terkait melakukan pengawasan yang agar kejadian ini tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang.

"Hasil yang diperoleh di pertambangan Desa Bakan memang tidak sesuai dengan kerugian jiwa dan kerugian alam yang justru jauh lebih besar dari apa yang didapatkan oleh para penambang liar tersebut. Mari sama-sama kita awasi agar kejadian ini tidak terulang lagi ini adalah kejadian kesekian kali dalam beberapa tahun ini jangan sampai ada korban jiwa lagi desa Bakan," tutupnya.

Sebelumnya pada Minggu telah terjadi ambruk dan mengakitbatkan 6 orang penambang tertimbun material, Minggu (3/6/2018) sore.

Akibat musibah tersebut 6 korban yang adalah warga Desa Bakan dinyatakan meninggal. 

Lima korban sudah berhasil dievakuasi dan 1 korban masih dalam proses pencarian sampai Senin (4/6/2018).

Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan mengungkapkan, saat ini aktivitas penambangan diberhentikan.

"Pihak Polres Bolmong menutup seluruh aktivitas pertambangan di Bakan. Bagi masyarakat atau penambang di persilahkan untuk mengambil semua peralatan atau barang-barang di area tambang," ujarnya.

Polres telah bicarakan dengan Sangadi dan masyarakat Desa Bakan, bahwa untuk sementara segala aktivitas tambang dihentikan atau ditutup.

Batas waktu belum ditentukan karena akan berkoordinasi secepatnya untuk hasil."Tetapi terhitung hari ini tambang tersebut ditutup," ungkap Gani.

(Tsir)

Post a Comment

Suara Pembaharu

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-KxCpQnd7tqI/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAJk/t239p-tSaZY/s120-c/photo.jpg} Media Online, Suara Pembaharu. Menyajikan Informasi Aktual & Terpercaya. {facebook#http://facebook.com} {twitter#http://twitter.com} {google#http://google.com} {youtube#http://youtube.com} {instagram#http://instagram.com}
Powered by Blogger.